Syahrian Naufal On Sarah Sechan NET.

Futsal SD Angkasa 3

Senam Pagi

Komponen Anggaran BOS

  1. pembiayaan seluruh kegiatan dalam rangka penerimaaan siswa baru, yaitu biaya pendaftaran, penggandaan formulir, administrasi pendaftraan, dan pendaftran ulang serta kegiatan lain yang berkaitan langsung dengan kegiatan tersebut(misalnya untuk fotocopy, konsumsi panitia, dan uang lembur dalam rangka penerimaan siswa baru, dan lain sebagainya yang relevan).
  2. pembelian buku referensi untuk dikoleksi di perpustakaan.
  3. pembelian buku teks pelajaran untuk dikoleksi diperpustakaan.
  4. pembiayaan kegiatan pembelajaran remedial, pembelajaran pengayaan, olahraga, kesenian, karya ilmiah remaja, pramuka, palang merah remaja dan sejenisnya (missalnya untuk honor jam mengajar tambahan diluar jam pelajran, biaya transportasi dan akomodasi siswa/guru dalam rangka mengikuti lomba).
  5. pembiayaan ulangan harian, ulangan umum, ujian sekolah dan laporan hasil belajar siswa (misalnya untuk fotocopy, honor koreksi, ujian dan honor guru dalam rangka penyususnan rapor siswa)
  6. pembelian bahan-bahan habis pakai seperti buku tulis, kapur tulis, pensil, spidol, kertas, bahan praktikum, buku induk siswa, buku inventaris, langganan Koran/majalah pendidikan, minuman dan makanan ringan untuk kebutuhan swhari-hari disekolah.
  7. pembiayaan langganan daya dan jasa, yaitu listrik, air, telepon, termasuk untuk pemasangan baru jika sudah ada jaringan disekitar sekolah. Khusus disekolah yang tidak ada jaringan listrik, dan jika sekolah tersebut memerlukan listrik untuk proses belajar mengajar disekolah, maka diperkenankan untuk membeli genset.
  8. pembiayaan perawatan sekolah, yaitu pengecatan, perbaikan atap bocor, perbaikan pintu dan jendela, perbaikan mebeler, perbaikan sanitasi sekolah dan perawatan fasilitas sekolah lainnya.
  9. pembayaran honorarium bulanan guru honorer dan tenaga kependidikan honorer, untuk sekolah SD diperbolehkan untuk membyar honor tenaga honorer yang membantu administrasi BOS.
  10. pengembangan profesi guru seperti pelatihan, KKG/MGMP dan KKKS/MKKS.
  11. pemberian bantuan biaya transportasi bagi siswa miskin yang menghadapi masalah biaya transport dari dan kesekolah. Jika dinilai lebih ekonomis, dapat juga untuk membeli alat transportasi sederhana yang akan menjadi barang inventaris sekolah (misalnya sepeda, perahu penyebrangan, dll).
  12. pembiayaan pengelolaan BOS seperti alat tulis kantor (ATK), penggandaan, surat menyurat, insentif bagi bendahara dalam rangka penyusunan laporan BOS dan biaya transportasi dalam rangka mengambil dana BOS di Bank/PT Pos.
  13. pembelian computer desktop untuk kegiatan belajar siswa, maksimum 1 set untuk SD dan 2 set untuk SMP.
  14. bila seluruh komponen 1 s/d 13 diatas telah terpenuhi pendanaannya dari BOS dan bila masih terdapat sisa dana, maka sisa dana BOS tersebut dapat digunakan untuk membeli alat peraga, media pembelajaran, mesin ketik dan mebeler sekolah.

Pantau Populasi Badak Ujung Kulon, WWF Tambah Kamera Rekam

pelajar SD Angkasa 3 Halim PK mengamati seekor Badak Jawa (Rhinoceros sondaikus) yang telah diawetkan koleksi Museum Zoologi, Bogor, Jabar, Selasa (8/4). Museum peninggalan zaman Belanda yang mengoleksi hampir seluruh satwa yang ada di Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Lembaga konservasi asing terbesar di dunia World Wildlife Fund (WWF) dan International Rhino Foundation (IRF) menambah 120 kamera video otomatis untuk pengamatan dan pelestarian badak jawa (Rhinoceros sondaicus sondaicus) di Taman Nasional Ujung Kulon. Semakin langkanya populasi badak jawa membutuhkan pemantauan intensif dari berbagai pihak.

Kordinator Program Konservasi Badak WWF Indonesia Adhi Hariyadi memaparkan penambahan kamera video otomatis ini untuk menambah akurasi basis informasi badak jawa di Ujung Kulon. Pada 2011, kamera video yang sebelumnya berhasil merekam dan mengidentifikasi 35 individu badak jawa. “Terdiri dari 22 individu jantan dan 13 individu betina,” kata Adhi dalam keterangan tertulisnya kepada Republika, Senin (16/4).

Badak jawa merupakan salah satu spesies terlangka di dunia dengan perkiraan jumlah populasi kurang dari 60 individu

Badak jawa merupakan spesies yang juga dilindungi di dunia internasional. Awalnya, badak jawa terdiri dari tiga subspecies, yaitu Rhinoceros sondaicus inermis yang hidup di Myanmar, Rhinoceros sondaicus annamiticus yang hidup di Vietnam, dan Rhinoceros sondaicus sondaicus yang hidup di Taman Nasional Ujung Kulon, Indonesia.

Seperti diketahui, badak jawa di Myanmar sudah lama dinyatakan punah. Berikutnya, populasi badak jawa yang terdapat di Vietnam juga sudah dinyatakan punah sejak 2011. Populasi badak jawa di Ujung Kulon tentunya menjadi benteng terakhir badak jawa di dunia. Adhi mengatakan, tak hanya penambahan kamera, tim pemantau juga akan memonitoring badak jawa berdasarkan DNA. Sedangkan rekaman video nantinya akan menjadi bahan penelitian mendalam.

Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon Moh Haryono memaparkan dengan jumlah total 160an kamera video otomatis yang dipasang serentak, maka informasi satwaliar lain selain badak jawa, juga ikut terpantau. Alat tersebut juga berfungsi memonitor aktivitas manusia, yang mungkin saja perambah, yang memasuki areal habitat badak jawa.

Secara nasional, kata Haryono, Kementerian Kehutanan telah menetapkan 14 spesies terancam punah, salah satunya badak jawa. “Populasi badak jawa diharapkan meningkat tiga persen,” kata Haryono. Kementerian Kehutanan berikutnya telah menyiapkan roadmap sebagai panduan pencapaian target tersebut.

Roadmap tersebut, kata Haryono, merupakan indikator kinerja utama Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA). Roadmapnya sendiri disiapkan oleh Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH).

Taman Nasional Ujung Kulon merupakan habitat tunggal yang berfungsi sebagai tempat hidup badak jawa. Ujung Kulon merupakan satu dari lima taman nasional pertama yang ditetapkan di Indonesia. Total luasannya mencapai 122.956 hektare (ha). Luasan tersebut terdiri dari daratan mencapai 78.619 ha, dan laut mencapai 44.337 ha.

Redaktur: Hazliansyah
Reporter: Mutia Ramadhani

Gamelan, seni budaya Indonesia yang harus dilestarikan

Museum Tidak Terawat

BOGOR, 8/4 – MUSEUM TIDAK TERAWAT.Seorang pelajar SD Angkasa 3 Halim PK mengamati dua ekor Kasuwari (Casuarius casuarius) asal Papua yang telah diawetkan koleksi Museum Zoologi, Bogor, Jabar, Selasa (8/4). Museum peninggalan zaman Belanda yang mengoleksi hampir seluruh satwa yang ada di Indonesia itu keberadaannya sangat memprihatikan, selain tidak adanya penambahn koleksi juga terkesan kurang terawat. FOTO ANTARA/Saptono/nz/08

sumber : Antara Foto

Kunjungan Ke Istana Bogor

Sejumlah pelajar SD Angkasa 3 Halim memperhatikan foto-foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dipamerkan di pelataran Istana Bogor, Jabar, Selasa (8/4). Istana Bogor merupakan peninggalan Belanda itu selain menjadi tujuan obyek wisata juga merupakan sumber pendidikan sejarah bangsa Indoensia. FOTO ANTARA/Saptono/nz/08

sumber : Antara Foto

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan terbaru

Blog Stats

  • 2,112 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.